"Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan tantangan teknologi yang semakin kompleks, ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Tanah Datar berkumpul dalam satu semangat besar, meneguhkan peran mereka sebagai penjaga akhlak dan pembentuk karakter generasi masa depan."
Batusangkar, Humas— Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan tantangan teknologi yang semakin kompleks, ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Tanah Datar berkumpul dalam satu semangat besar, meneguhkan peran mereka sebagai penjaga akhlak dan pembentuk karakter generasi masa depan.
Semangat itu terasa kuat dalam kegiatan Temu Akbar II Guru PAI Tanah Datar yang digelar di Aula SMKN 2 Batusangkar, Rabu (17/6/2026). Momentum tersebut semakin bermakna dengan pelantikan pengurus DPD AGPAII Kabupaten Tanah Datar oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias, yang mewakili DPW AGPAII Sumatera Barat.
Bagi H. Hendri, guru PAI bukan sekadar pengajar mata pelajaran agama. Mereka adalah sosok yang berada di garda terdepan dalam membentuk kepribadian anak bangsa.
“Peran guru PAI hari ini sangat menentukan. Mereka tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan iman, membangun karakter, dan membentuk generasi yang berakhlak mulia,” ujarnya di hadapan para peserta yang memenuhi aula.
Dalam pemaparannya, H. Hendri mengajak para guru untuk terus menghadirkan pembelajaran yang asyik, menyenangkan, dan menyentuh hati peserta didik. Menurutnya, nilai-nilai keimanan dan ketakwaan akan lebih mudah tumbuh ketika proses belajar berlangsung dengan penuh keteladanan, kreativitas, dan kasih sayang.
Namun, di era digital saat ini, guru juga dituntut untuk tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Karena itu, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi sebagai bagian dari kompetensi yang harus dimiliki pendidik masa kini.
“Teknologi bukan ancaman, tetapi peluang. Guru harus mampu memanfaatkannya untuk memperkuat pembelajaran dan menjangkau generasi yang tumbuh di era digital,” katanya.
Tak hanya itu, H. Hendri juga mengingatkan pentingnya peran AGPAII sebagai wadah perjuangan dan pengembangan profesi guru PAI. Menurutnya, organisasi harus mampu menyerap berbagai aspirasi guru, mengolahnya secara terstruktur, dan melahirkannya menjadi gagasan serta rekomendasi yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan agama Islam.
“Setiap aspirasi guru harus didengar. Tetapi aspirasi itu harus terpola, dirumuskan dengan baik, dan tetap berpedoman pada regulasi yang ada sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan,” tegasnya.
Suasana aula seketika menjadi hening saat H. Hendri menyampaikan pesan yang begitu menyentuh hati para peserta.
“Ilmu itu bersinar dari hati guru yang tercerahkan."
Kalimat sederhana itu seolah mengingatkan kembali bahwa kekuatan seorang guru tidak hanya terletak pada pengetahuan yang dimilikinya, tetapi juga pada ketulusan hati dalam mendidik dan menginspirasi.
Menutup materinya, ia memberikan motivasi yang disambut antusias oleh para peserta.
“Untuk yang luar biasa, mesti caranya luar biasa”
Pesan tersebut menjadi energi baru bagi para guru PAI Tanah Datar untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan memberikan yang terbaik bagi peserta didik.
Temu Akbar II Guru PAI Tanah Datar bukan sekadar ajang pertemuan dan pelantikan organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat tekad bersama bahwa di tengah perubahan zaman, guru tetap menjadi cahaya yang menerangi jalan generasi bangsa menuju masa depan yang beriman, berilmu, dan berkarakter.