kegiatan

Konten Berita

Tiga Lembaga Pendidikan Swasta di Malalo Gelar Lokakarya Terpadu Sambut Tahun Ajaran Baru

38 dilihat 23 July 2026
Tiga Lembaga Pendidikan Swasta di Malalo Gelar Lokakarya Terpadu Sambut Tahun Ajaran Baru

Tiga Lembaga Pendidikan Swasta di Malalo Gelar Lokakarya Terpadu Sambut Tahun Ajaran Baru

"Mengawali tahun pelajaran 2026/2027, tiga lembaga pendidikan swasta yakni MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo, MAS PPTI Malalo, dan Yastu Malalo menggelar lokakarya terpadu. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat lembaga-lembaga tersebut semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) serta deep learning dalam proses belajar mengajar."

Penulis

Anggi

Fotografer

Anggi

Batipuh Selatan, Humas — Mengawali tahun pelajaran 2026/2027, tiga lembaga pendidikan swasta yakni MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo, MAS PPTI Malalo, dan Yastu Malalo menggelar lokakarya terpadu. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat lembaga-lembaga tersebut semakin siap mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) serta deep learning dalam proses belajar mengajar.


Pusat kegiatan lokakarya dilaksanakan di MTsS Muhammadiyah Padang Laweh Malalo pada Kamis (23/7) dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias. Acara ini diikuti oleh sekitar 40 guru dan tenaga kependidikan, serta menghadirkan Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan, Hendri, bersama Pengawas Madrasah, Zulhendri, sebagai narasumber.


"Kalau madrasah atau pesantren kita mau diminati, pastikan kita memiliki kelebihan, dimana menjadi alasan anak atau orang tua memilih tempat kita untuk melanjutkan pendidikannya," ujar H. Hendri Pani Dias dalam arahannya. Pesan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan di kawasan barat Danau Singkarak ini untuk terus bangkit dan diminati pasca terdampak musibah galodo akhir tahun lalu.


Sebagai solusi peningkatan mutu pendidikan, H. Hendri Pani Dias turut memperkenalkan berbagai program unggulan Kemenag yang dapat diterapkan di madrasah swasta, seperti program bilingual serta kelas AI, coding, dan robotik. Para guru juga didorong untuk memetakan kemampuan siswa secara spesifik agar dapat difasilitasi untuk diasah dan diperkaya potensinya, serta diikutkan dalam berbagai ajang kompetisi berprestasi.

Program strategis berikutnya mencakup bidang pengembangan kewirausahaan agar madrasah mampu memaksimalkan aset yang dimiliki secara produktif. "Kita bisa memanfaatkan air danau, misal untuk perikanan, atau sektor lainnya seperti perkebunan, atau perdagangan; intinya ada unit usaha yang bisa menambah uang masuk madrasah," tambah H. Hendri Pani Dias yang hadir bersama Kasi Pendidikan Madrasah, Bahrul Fahmi.


Dalam sesi materi KBC dan deep learning, Kakan Kemenag menekankan bahwa penerapan rasa cinta dalam pembelajaran harus dimulai dari perubahan mindset para guru. Masuk ke ruang kelas dengan suasana yang menyenangkan (joyful) merupakan bagian dari pendekatan deep learning agar siswa dapat belajar secara fokus, berkesadaran penuh (mindful), serta memahami materi yang relevan dengan kehidupan nyata (meaningful).


Selepas rangkaian acara lokakarya terpadu selesai, Kakan Kemenag menyempatkan diri untuk singgah berkunjung ke Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah (PPTI) Malalo. Selain meninjau langsung kondisi fasilitas dan lingkungan pesantren, beliau juga berkoordinasi dengan pimpinan pondok terkait persiapan menyambut Hari Santri Nasional pada bulan Oktober mendatang sebagai tuan rumah penyelenggara.